Showing posts with label Hari Ibu. Show all posts
Showing posts with label Hari Ibu. Show all posts

Tuesday, December 3, 2019

Riwayat Si Ibu Tunggal

Dia berkorban bagaikan lilin,
Demi cahaya kehidupan
Dia menangis tanpa suara
Menahan pedih segala duka

Dia masih tersenyum ketawa
Sembunyi sedih kesepian
Dia berjaga siang dan malam
Melindungi si anak kecil

Di pertengah malam,
Dia bangun berdoa, mengharapkan kebaikan,
Di pertengah malam,
Dia terus menangis, mengenangkan si anak kecil,

C/o
Dia perlukan sayap...
Ntuk terbang bebas....
Ke langit nan tinggi....
Menggapai impian....

Dan bila....
Terjatuh ke dalam....
Kegelapan....
Sambutlah tangannya...
Dia kan menyahut....

Dia berjuang bagaikan wira
Meneruskan kehidupan
Dia pernah terluka di jiwa
Dihujani kata nista

Dia tetap teguh berdiri
Menempuhi stigmata dunia
Dia hanya mampu memberi
Keperluan si anak kecil

C/o

Takkan berakhir 2x
Perjalanan kisah ini..

Dia mencari...
Terus mencari...
Kesudahan jalan ini...

C/o:
Aaaa.....Aaa....Aaaaa....Sambutlah!
Sambutlah tangannya
Dia kan menyahut

Dia berjuang bagaikan wira
Riwayat si ibu tunggal
Ibu tunggal



Wednesday, November 30, 2016

Surah Luqman, ayat 14 (Jasa & Pengorbanan Ibu Bapa)

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ 

Wawassayna alinsana biwalidayhi hamalathu ommuhu wahnan AAala wahnin wafisaluhu fee AAamayni ani oshkur lee waliwalidayka ilayya almaseeru
Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan). #muslimpro muslimpro.com

Wednesday, April 20, 2011

Ini untuk Ibu ku

sejak dulu,
tiada sepatah kata,
bisa ku gambarkan untuk mu,

sejak dulu,
kata-kata mu terlampau padat,
hendak ku ingat ke mana jua ku pergi,
tetapi terlalu berat untuk di hayati,

akhirnya...
apabila aku sudah dewasa,
kata-kata mu itu sudah terlewat dihayati,
ia sudah berlaku,
semuanya sudah berlaku,

hanya tinggal luka dan parut,
yang memerlukan rawatan,
baik dari hati,
baik dari pil-pil ketenangan,

namun,
aku kuat, tak perlu risau,
aku masih boleh berdiri,
jangan bimbang,

kata-kata mu akan ku pegang,
kan ku sampaikan pula pada anak dan cucu ku,
biar mereka belajar,
erti sebuah kehidupan.

Novel : KABAYAN

Novel ini mengisahkan suasana kehidupan orang muda pada zaman kegemilangan Kesultanan Melayu Melaka.  Pada mulanya, saya menulis cerita ini ...